Masyarakat-Diajak-Kenali-Gejala-Gangguan-Jiwa-Untuk-Pencegahan-Dini

Jakarta Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Puncak Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2025, di Aula SMKN 57 Jakarta, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Kamis (23/10). Pada kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mengenali gejala gangguan jiwa untuk pencegahan dini.

Kepala Kesehatan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Bagian Kesra Setko Kota Administrasi Jakarta Selatan, Salahudin, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terumata Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan yang telah mensukseskan acara Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2025.

"Peringatan ini dilakukan di seluruh dunia dan tentu harapannya akan memberikan kesehatan jiwa kepada siapapun," ujarnya.

Sementara itu, Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati, menuturkan, peringatan yang menyasar para petugas kesehatan, penyintas gangguan jiwa dan masyarakat ini sangat penting dilakukan guna mengatasi tingginya angka kesakitan dengan gangguan jiwa, khususnya di Jakarta Selatan.

Yudi berharap, dengan kegiatan ini nantinya bukan hanya petugas kesehatan saja, namun semua masyarakat dapat mengenali apa itu gangguan jiwa dan gejalanya sejak dini, sehingga dapat melakukan pencegahan secepat dan setepat mungkin.

"Kita punya aplikasi JAKI yang didalamnya ada Jak Care. Saya minta nantinya apabila ada seseorang mulai merasa gangguan jiwa, misalnya susah tidur atau insomnia, saya minta silakan menghubungi Jak Care atau konsultasi di layanan kesehatan terdekat," tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari perwakilan dari UKPD di lingkungan Kota Adminitrasi Jakarta Selata, para camat, kader PKK, perwakilan dari perusahaan di wilayah Kecamatan Pesanggrahan dan Kebayoran Lama, kader kesehatan jiwa, pelajar SMKN 57 dan lainnya.