Jakarta Selatan – Ketua PKK Kota Administrasi Jakarta Selatan sekaligus Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, beserta jajarannya kunjungi BKB PAUD Tunas Kencana, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Selasa (1/9). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Roadshow Gerakan Keluarga Indonesia Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi).
Azizah Syafrin, mengatakan, Gelari Pelangi merupakan program turunan dari TP PKK pusat yang berfokus pada penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan minat baca masyarakat hingga tingkat RW.
"Di Pela Mampang saya melihat sudah tersedia Pojok Baca di tiap RW. Ini sangat baik jika dikolaborasikan dengan Karang Taruna dan didukung program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sekitar wilayah strategis ini," ujarnya.
Selain literasi, Azizah menyoroti isu anak putus sekolah yang kini dipicu oleh tingginya kecanduan gawai. Menurutnya, hambatan pendidikan saat ini tidak hanya berkutat pada masalah biaya, tetapi juga rasa malas anak akibat terlalu asyik bermain gim di rumah.
Pada sektor ekonomi, Azizah mendorong pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) memanfaatkan area strategis kantor kelurahan untuk mendirikan kantin PKK yang menjual alat tulis kantor (ATK) serta hasil kerajinan warga. "Peran PKK sangat luas, tidak hanya penanganan stunting, pemilahan sampah, atau Posyandu, tetapi mencakup urusan anak-anak, remaja, hingga lansia," ucapnya.
Guna memperkuat permodalan warga, TP PKK Jakarta Selatan berencana menggandeng Yayasan Pasandi untuk menyalurkan bantuan modal UP2K melalui seleksi bertahap pada November atau Desember mendatang. "Produk UMKM unggulan yang terpilih juga ditargetkan bisa terpromosikan hingga ke pameran internasional," katanya.
Sementara itu, Camat Mampang Prapatan, Angga Saputra menyambut baik arahan tersebut, termasuk gagasan melibatkan kader PKK dalam wacana pengembangan Kemang Night Market.
"PKK adalah mitra strategis pemerintah, tanpa dukungan dan peran aktif ibu-ibu PKK, kita tidak akan pernah mampu menciptakan pemerintahan yang solid, terutama dalam pengelolaan PAUD dan Posyandu di wilayah," tambahnya.