Jakarta Selatan – Suku Dinas (Sudin) Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Pada Pemanfaatan Tenaga Listrik Menengah dan Rendah pada Bangunan dan Gedung di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
"Mitigasi bencana bukan saja dilihat dari segi kelistrikan, tetapi faktor alam juga sangat memengaruhi. Penyebab utama kebakaran yang sering terjadi adalah arus pendek akibat instalasi yang tidak memenuhi standar," ujar Wakil Walikota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, saat membuka kegiatan Sosialisasi K2 di Ruang Antarasari Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (3/9).
Ia menambahkan, edukasi mengenai keselamatan kelistrikan dan kebencanaan merupakan kewajiban pemerintah demi menjamin keselamatan kerja, keselamatan gedung, serta keselamatan masyarakat luas. Ia pun berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat diselenggarakan hingga ke tingkat kecamatan.
"Aman dan andal berarti sistem kelistrikan mampu beroperasi secara berkelanjutan tanpa gangguan. Kita perlu memperbaiki jika ada kekurangan dalam standar keamanan di gedung masing-masing," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Energi Disnakertransgi DKI Jakarta, Ulin Nuha, menyampaikan, sosialisasi ini dilatarbelakangi masih ditemukannya instalasi listrik pada bangunan gedung di wilayah Jakarta Selatan yang belum memenuhi standar keselamatan. Instalasi yang tidak sesuai standar berisiko tinggi memicu kebakaran, sengatan listrik hingga kerugian materiil.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti 150 peserta oleh perwakilan pengelola gedung, teknisi instalatur hingga asosiasi profesi ketenagalistrikan se-Jakarta Selatan dengan menghadirkan para pakar dan narasumber kompeten di bidang K2.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman pengelola gedung, teknisi, dan masyarakat terkait regulasi keselamatan ketenagalistrikan," tandasnya