Jakarta Selatan – Sebanyak 6.250 bibit Jagung Pulut ditanam serentak di 177 titik di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Administrasi Jakarta Selatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Jakarta Selatan yang berkelanjutan.
"Ketahanan pangan merupakan isu yang harus kita hadirkan dalam setiap aspek kehidupan, tidak berbeda dengan Jakarta Selatan, kebutuhan Jagung Pulut dan harganya yang kerap tinggi, menjadi tantangan nyata yang harus kita wujudkan," ujar Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin di RPTRA Tiga Durian, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Selasa (26/8).
Melalui kegiatan ini, Pemkot Jakarta Selatan mengajak seluruh warga mulai dari rumah tangga sekolah hingga lembaga pemerintah dan swasta untuk aktif berpartisipasi dalam menanam Jagung Pulut ini. "Kita awali hari ini gerakan menanam di sini, sehingga nantinya tentu harapannya akan memicu semangat warga untuk menanam Jagung Pulut di halaman rumah, di pekarangan sekolah atau lahan kosong di sekitarnya," ucapnya.
Mukhlisin meminta, kepada seluruh stekholder dan unsur lainnya harus bersinergi dengan baik dalam setiap prosesnya, mulai menanam, memonitoring perkembangan hingga panen dan pemasaran.
"Di saat panen itu juga bagian terpenting, mereka harus tahu ini buat apa, diolah apa, bahkan dipasarkan kemana, mereka harus tahu. Jangan sampai ini tidak berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Diah Anwar, mengatakan, kegiatan yang merupakan kolaborasi TP PKK Jaksel, Sudin KPKP Jakarta Selatan dan Panah Merah ini dilakukan dalam mendukung pengembangan urban farming dan ketahanan pangan.
Penanaman 6.250 bibit Jagung Pulut hari ini, lanjutnya, dilakukan serentak di 177 titik se-Jakarta Selatan baik itu kelompok tani, pegiat urban farming, RPTRA ataupun lainnya.
"Nantinya tidak serta merta panen saja, ada penilaian khusus dari tim penilai untuk memastikan siapa juaranya. Namun juga bukan hanya soal juara, melainkan ini untuk ketahanan pangan kita semua. Tadi kita juga panen Kacang Panjang, Bayam dan sebagainya," tandasnya.