500-Pengusaha-UMKM-Ikut-Sosialisasi-Kredit-Program-Perumahan

Jakarta Selatan – Sebanyak 500 pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan dan pengusaha material serta penyedia jasa konstruksi mengikuti Sosialiasasi Kredit Program Perumahan, di Ruang Rapat Dirgantara Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (2/10). Kegiatan yang mengangkat tema "Membangun Hunian, Menggerakkan Usaha, Memajukan Indonesia" tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Kegiatan yang dibuka Plt Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono itu turut dihadiri Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Eko Kalbarianto dan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sri Haryati.

Tomy Fudihartono, mengatakan, bahwa sosialisasi ini adalah untuk para pelaku usaha atau UMKM, agar bisa mengajukan kredit perumahan dengan manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Selama ini, lanjutnya, KUR itu hanya digunakan untuk permodalan, tetapi sekarang bisa menjadi sarana dan prasarana permodalan, seperti meningkatkan tempat usahanya dan lain-lain.

"Bahwa ada empat bank pendukung dari kredit ini yaitu Bank Mandiri, BTN, BNI dan Bank Syariah Indonesia yang akan mendapatkan subsisdi dari Pemerintah Pusat antara 1-5 persen terhadap kebijakan peningkatan KUR atau Kredit Program Perumahan (KPP) itu sendiri," ucapnya.

Ia berharap, agar program ini bisa membantu pelaku usaha di Jakarta Selatan dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarananya, sehingga hasil dari usaha mereka bisa lebih baik lagi. "Contohnya yang tadinya tempat masaknya terbatas dengan adanya atau mengikuti kur ini otomatis bisa lebih meningkat lagi" tandasnya.

Sementara, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sri Haryati, menuturkan, baru kali ini ada program KUR khusus sektor perumahan. Dalam sosialisasi ini, jika ada peserta yang tertarik maka akan didata untuk bisa mengambil kredit tersebut.

“Jadi bila bapak ibu para pelaku UMKM mau merenovasi rumah atau tempat usahanya, mau beli rumah lagi itu bisa dengan kredit program perumahan ini dengan bunga 6 persen saja,” tambahnya.