4-satpol-pp-terluka-saat-penertiban-bangli-rawajati

NamePenertiban di Rawajati, Pancoran yang awalnya berlangsung kondusif sempat ricuh akibat sejumlah warga yang menolak memprovokasi petugas di lapangan dengan melemparkan botol minuman kaca, Kamis (1/9). Pada kejadian tersebut 4 personil Satpol PP dan 1 orang PPSU mengalami luka-luka terkena pecahan kaca. 

Apel penertiban yang dipimpin oleh Sekretaris Kota (Sekko) Kota Asministrasi Jakarta Selatan, Desy Putra dimulai pada pukul 07.00 WIB. Sejumlah 550 personil Satpol PP dan 150 personil gabungan TNI dan Polisi disiapkan untuk membantu jalannya penertiban. Sekko mengingatkan untuk melakukan penertiban secara persuasif.

"Ingat, mereka adalah warga kita. Hindari bentrokan dan usahakan kita tertibkan secara persuasif," pesan Desy Putra kepada para peserta apel. 

Di sisi lain, dari pagi warga yang menghadang terlihat telah mempersiapkan botol-botol kaca bekas minuman untuk menakut-nakuti personil di lapangan. Ketika personil gabungan berusaha maju, warga sejurus kemudian langsung melemparkan botol-botol tersebut ke arah pasukan penertiban. 

Kasatpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan menyayangkan kejadian tersebut. Ia melihat Satpol PP sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat persuasif. “Sebanyak 4 anggota kita terluka terkena lemparan botol dan batu. Dari warga pun ada dua orang terluka." Ia melihat bentrokan yang terjadi tadi pagi adalah ulah provokator. "Dua orang terduga provokator telah diamankan polisi."

Sementara itu Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi menyesali penghadangan oleh warga ini. Menurutnya, warga sudah difasilitasi tempat tinggal yang baik di Rusun Marunda dan tempat usaha di Pasar Tebet Timur. 

"Kami telah menyediakan 61 unit rusun di Marunda. Namun sejauh ini baru 6 KK yang mendaftar. Pendaftaran masih kami buka melalui posko terpadu di Kelurahan. Lalu bagi yang berdagang juga telah disediakan lapak di pasar (Tebet Timur). Kurang apalagi coba?" ujar Walikota. 

Paska penertiban lahan yang berada di bantaran rel KA seluas 1.200 m2 tersebut akan diawasi oleh Satpol PP bersama Polisi dan TNI. Rencananya Sudin Pertamanan dan Pemakaman akan mengembalikan fungsiny menjadi jalur hijau. Selain itu, penertiban ini diharapkan akan mengurangi kemacetan lalu lintas yang tiap hari terjadi di wilayah tersebut dan kerap dikeluhkan warga. 

Saat ini puluhan bangli sudah berhasil dibongkar petugas dan hanya menyisakan bangunan mushola dan pos ormas, yang akan dibongkar sendiri oleh warga. (HUMAS JS).