27-rw-di-jaksel-akan-jadi-percontohan-program-samtama

Sebanyak 27 RW di Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), akan menjadi percontohan program Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) sebagai upaya reuse, reduce, recycle dalam mengurangi sampah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, dalam Apel Besar dilanjutkan dengan Rakor Penanganan Pengelolaan Sampah sesuai Perda No. 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan Sampah, sebagaimana telah diubah dengan Perda No. 4 Tahun 2019, di Lapangan Ex Nisan Jl. KH. Muhasyim Raya, Kecamatan Cilandak, Senin (24/2).

"Melalui program ini, warga bisa berpartisipasi dalam menggerakan bank-bank sampah yang tersedia. Kita harapkan mereka bisa menjadi semacam model pengelola sampah terbaik untuk semua RW se-Jakarta Selatan," ujarnya. Isnawa menjelaskan, pemilahan sampah sejalan dengan Kebijakan Strategis Daerah, yang mengharuskan pemerintah kota bisa memilah sampah dari total sampah yang dihasilkan. "Jakarta Selatan harus bisa memilah sampah sebanyak 330 ton dari total 1.200 ton sampah setiap hari," ungkapnya.

Menanggapi program tersebut, Ketua RW 07 Kelurahan Pondok Labu Wabillah mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam mengurangi sampah, juga hendaknya dibarengi dengan penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan yang digunakan oleh para pelaku usaha "Jadi tolong suratin ke mereka, kalau ada ketua RT atau RW yang membutuhkan kantong ramah lingkungan tolong disiapkan. Kalau kami yang datang sering tidak dianggap. Bahkan kita gak diterima, ditemui juga belum tentu," ucapnya.

Hal yang sama diutarakan Hafini, warga RW 9 Pondok Labu terkait minimarket yang masih saja menjual kantong plastik. "Minimarket sebaiknya tidak menyediakan kantong plastik sekali pakai. Apalagi harganya murah cuma Rp 200. Jadi kita yang sudah seneng ikut mengurangi sampah eh tapi warga lain malah balik lagi ke plastik," pungkasnya.