Jakarta Selatan – Sebanyak 100 tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal dan non formal serta Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) mengikuti Pelatihan Buat Karya Tulis Buku Cerita di Ruang Gelatik Utama, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Senin (6/10).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Sayid Ali, mengatakan, peran tenaga pendidik ini menjadi sangat krusial, karena bukan hanya pengajar di ruang kelas, tapi juga pembentuk karakter awal anak.
Sehingga, melalui pelatihan ini, tidak hanya memberikan keterampilan menulis cerita, tapi juga memberi ruang bagi guru untuk berkontribusi menciptakan konten literasi yang relevan dan kontekstual, cerita yang dekat dengan keseharian anak-anak.
"Saya ucapkan selamat mengikuti pelatihan, besar harapan, pelatihan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk pelatihan lainnya," ucapnya.
Sementara, Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Jakarta Selatan, Diah Anwar, menuturkan, pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru PAUD agar bisa menulis cerita yang menyenangkan dan bermakna untuk anak-anak. Sebab, cerita yang ditulis guru sendiri akan lebih dekat dengan keseharian anak-anak.
Diah menambahkan, melalui pelatihan ini, para guru didorong untuk mengembangkan kemampuan menulis cerita anak, mulai dari proses menemukan ide, menyusun tokoh, membangun alur, hingga mengolah narasi yang sederhana namun efektif.
Dengan kemauan belajar dan latihan yang konsisten, lanjutnya, semua tenaga pendidik PAUD bisa menulis buku cerita luar biasa yang akan menjadi warisan literasi bagi anak-anak.
“Cerita-cerita itu bukan hanya akan dibaca di kelas, tapi juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi guru-guru lain dan bahkan bisa diterbitkan," tandasnya.