Kategori : PEMERINTAHAN , Terbit : Sabtu, 18 September 2021

Jadi Tuan Rumah World Cleanup Day, Pemkot Jaksel Ajak Warga Pilah Sampah Dari Rumah




Dibaca : 91

    Jaksel - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menjadi tuan rumah World Cleanup Day yang digelar serentak di seluruh dunia.  Ratusan ribu peserta di ibu kota terlibat acara yang diikuti oleh 186 negara itu. Plt Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji menjelaskan, kegiatan tersebut juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lions Club Indonesia Distric 307 A1, PT Chandra Asri Petrochemical dan sejumlah sponsor. 

    Mengingat Jakarta Selatan termasuk kota yang melakukan upaya pemilahan sampah pada sumbernya. "Jakarta Selatan termasuk kota yang melakukan upaya pemilahan sampah pada sumbernya. Kita mengupayakan eco enzyme, black soldier fly dengan larva magot, dan menggerakan 400an bank sampah, termasuk juga kegiatan reduce, reuse, dan recycle di seluruh wilayah," ujarnya, Sabtu (18/9).  Isnawa menekankan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta, pengurangan sampah per harinya di titik 300 ton per hari.

    Ia menuturkan upaya Jakarta Selatan saat ini baru 25 ton per hari. "Kita upayakan seluruh bank sampah bergerak, pembuatan eco enzyme bergerak dan pengurangan plastik sampah dll. Kita ingin mencapai target itu. Kalau bisa tahun depan bisa mengejar di angka 300 ton per hari, dari 1.500 ton sampah per hari di Jakarta Selatan," ucapnys. Gubernur Distric Lions Club Indonesia Distric 307 A1 Jessica Budiman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang keempat kalinya digelar.

    "kami menginginkan dengan menggerakan member lions club, kami bisa mendukung program pemerintah dan mencapai Indonesia bersih di 2025. Kami sudah mengikuti sejak empat tahun yang lalu. Sampah pada pagi ini sudah mencapai 52 ton dan terus berjalan," terangnya. Sementara, Vice President of Corporate Relations and Sustainability PT Chandra Asri Petrochemical Edi Rifai menuturkan, kunci terselenggaranya acara tersebut adalah pemilahan sampah.

    "Untuk itu dengan pilah sampah kedepan upaya pengelolaan sampah oleh pemerintah bisa berhasil. Dengan demikian kami mendorong bersama-sama untuk tercapainya tujuan pemerintah ini. Makanya plastik terlalu mahal untuk dijadikan sampah," tandasnya.

    Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Penulis : KIP JS