Kategori : PEMERINTAHAN , Terbit : Rabu, 13 Januari 2021

Wagub DKI Sidak Kawasan Ciputra World




Dibaca : 183

    Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Ciputra World 1 dan 2, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (13/1). Dalam sidak ini, Ariza itu didampingi sejumlah pejabat seperti Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah.

    Usai Sidak, Ariza menuturkan para pelaku usaha sudah mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Salah satunya melakukan disiplin pengunjung sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan. "Jam operasional dibatasi sampai jam 19.00 WIB, makan di perkantoran juga baik. Tidak hanya di restoran yang disiapkan pembatas akrilik tapi juga di perkantoran saya lihat juga menyiapkan pembatas seperti itu jadi sudah cukup baik," katanya.

    Dengan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, Ariza berharap hal tersebut bisa membantu mengurangi dan memutus mata rantai COVID-19. Selain itu, pihaknya juga menyoroti data positif harian yang terjadi di DKI Jakarta. "Hasil hari ini cukup tinggi ya, jumlahnya sampai 3.476. Namun demikian ini hasil disebabkan karena tujuh dari RS BUMN yang masuk dalam tujuh hari terakhir. Jadi ini merupakan gabungan, rapelan ya. Kemudian kedua disebabkan karena adanya testing yang meningkat sebanyak 119.737 testing PCR," terang Ariza.

    Ariza menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berusaha memastikan adanya peningkatan testing. Mengingat testing merupakan upaya yang sangat penting untuk memastikan dan mendapatkan titik-titik penyebaran covid. Dengan begitu, petugas bisa lebih cepat, lebih mudah melakukan upaya pencegahan dan penanganan.  "Namun demikian sekalipun regulasi kita perbaiki, aparat sebanyak mungkin kita hadirkan mulai dari Satpol PP, Disnaker, pariwisata, Dishub, Dinkes didukung TNI Polri, dan juga sanksi kita berikan seberat apapun ternyata yang paling penting adalah kepatuhan dan ketaatan," paparnya.

    Ariza mengatakan apa yang dilakukan oleh pemerintah hanya berkontribusi 20 persen terhadap keberhasilan mengurangi memutus mata rantai COVID-19. Sisanya yang 80 persen  terletak pada kepatuhan dan disiplin masyarakat. "Jadi sekali lagi di setiap kesempatan saya mengajak mengimbau pada seluruh masyarakat jakarta khususnya untuk terus melakukan disiplin dan prokes 3M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak," tandasnya.

    Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Penulis : KIP JS