Kategori : PEMERINTAHAN , Terbit : Kamis, 17 September 2020

Kantor Wali Kota Jaksel Berlakukan WFH Cegah Penularan COVID-19




Dibaca : 1055

    Jakarta - Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan memberlakukan kerja dari rumah (Work for Home/WFH) bagi para pegawai selama dua hari setelah tujuh pegawai dinyatakan positif COVID-19. Penerapan WFH tersebut menindaklanjuti Surat edaran wali kota dengan Nomor 44/SE/2020 diterbitkan oleh Sekretaris Kota Jakarta Selatan pada 16 September 2020.

    Dalam surat edaran tersebut, tertulis pesan sesuai dengan Pergub 88 Tahun 2020 Pasal 9 ayat 2 butir f, di mana di lingkungan kantor Wali Kota Jakarta Selatan ada beberapa pegawai yang positif terkena COVID-19, maka dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:

    Pertama, Kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan organisasi lain yang berkantor di komplek Walikota Jakarta Selatan agar memberitahukan kepada pegawainya masing-masing baik ASN maupun PJLP bahwa terhitung mulai besok Kamis tanggal 17 September 2020 sampai dengan Jumat tanggal 18 September 2020 untuk bekerja dari rumah masing-masing.

    Kedua, untuk bahan-bahan pekerjaan yang masih berada di kantor, dipersilahkan untuk dapat diambil besok pagi dan kordinasi dengan Kabag Umum dan protokol. Ketiga, untuk Kantor yang mengadakan pelayanan seperti UPPRD Kebayoran Baru dan PTSP agar tetap bisa ada pelayanan minimal kepada masyarakat dan pengaturan lanjut akan diatur oleh kepala unitnya. Keempat, pelaporan pekerjaan dari rumah tetap berpedoman kepada SE BKD no.45 tahun 2020.

    "Penerapan WFH dilakukan selama dua hari, mulai hari ini hingga besok, Jumat 18 September 2020, ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19," ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, Kamis (17/9). Meski demikian, Marullah memastikan untuk pelayanan akan tetap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat yang akan diatur oleh kepala unitnya masing-masing.

    "Pelayanan tetap bisa ada pelayanan minimal kepada masyarakat dan pengaturan lanjut akan diatur oleh kepala unitnya," tuturnya. Selama penerapan WFH, sambung Marullah, seluruh gedung kantor wali kota akan dilakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. "Selama WFH, seluruh gedung akan dilakukan penyemprotan disinfektan tanpa terkecuali," tandasnya.

    Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Penulis : KIP JS