Kategori : PEMERINTAHAN , Terbit : Kamis, 30 Juli 2020

Wali Kota Jaksel Lepas 138 Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban




Dibaca : 387

    Jakarta - Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, melepas 138 petugas yang merupakan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban di Jakarta Selatan, Kamis (30/7). Didampingi Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Hasundungan, ratusan petugas tersebut dilepas di halaman kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Dalam keterangannya Marullah menuturkan, para petugas ini nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan dan kriteria hewan kurban yang sering disebut dengan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

    "Saya tekankan agar dapat mengimplementasikan Instruksi Gubernur (Provinsi DKI Jakarta) Nomor 43 Tahun 2020 yang terkait dengan mulai dari penampungan, penjualan, pemotongan hewan kurban. Memang seluruhnya ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat yang mudah-mudahan masyarakat dapat memahami. Sebagai tambahan saya sampaikan juga kepada masyarakat untuk bisa mengimplementasikan Pergub Nomor 142 tahun 2019 yang terkait dengan penggunaan kantong ramah lingkungan di Jakarta Selatan. Kita sudah menggunakan dari tahun kemarin. Kita menggunakan apa yang disebut sebagai bongsang," ujarnya.

    Sementara Kasudin KPKP Hasundungan menmbahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan di tempat penampungan atau tempat penjualan hewan kurban mulai 13 hingga 29 Juli 2020, dengan jumlah lokasi yang diperiksa sebanyak 273 berasal dari 10 kecamatan. "Jumlah hewan yang diperiksa sebanyak 17.555 ekor yang terdiri sapi sebanyak 4.866 ekor, kerbau 44 ekor, kambing 11.132 ekor, dan domba 1.513 ekor," tambahnya.

    Dilanjutnya, Jumat (31/7) besok akan diturunkan tenaga pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban sebanyak 138 orang, yang terdiri dari PDHI sebanyak 28 orang, tenaga sudin KPKP 41 orang, dan tenaga dinas KPKP 60 orang dan kementerian pertanian sebanyak sembilan orang.

    "Petugas akan membantu melayani pemeriksaan kesehatan hewan di tempat penampungan dan pemotongan hewan kurban, dengan maksud agar pemotongan hewan kurban, sesuai dengan standar kesehatan hewan. Serta untuk memenuhi higienitas dan sanitasi dalam proses pemotongan hewan dan penanganan dagingnya, dan juga dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19," tandasnya.

    Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Penulis : KIP JS