Kategori : PEMERINTAHAN , Terbit : Senin, 23 Maret 2020

Kecamatan Kebayoran Baru Hadapi Kendala Dalam Sosialisasikan WFH Ke Dunia Usaha




Dibaca : 125

    Kecamatan Kebayoran Baru menghadapi kendala ketika mensosialisasikan Surat Edaran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (COVID-19) atau Work From Home (WFH) ke dunia usaha.

    Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono mengatakan, kendala yang dihadapi yaitu terkait dengan pengimplementasian surat edaran di tempat usaha yang ada di kecamatan tersebut. "Kendala di lapangan memang ada beberapa restoran yang masih buka. Tempat usaha sudah mengundang orang, jadilah keramaian. Salah satu contoh pas malam Minggu di Gultik, kan mengundang orang dateng kesitu. Makan sambil nongkrong itu ramai, dan malah jadi viral. Kita langsung tertibkan saat itu juga," ungkapnya, Senin (23/3).

    Tomy menuturkan,  pengimplementasian WFH ini dirasa sulit bagi dunia usaha di sektor formal seperti gerai franchise makanan cepat saji. "Yang formal ini yang susah. Jadi mereka tergantung yang di atas (pimpinan). Kalau pedagang non formal mereka bisa menutup dan membatasi kegiatan usahanya. Para pedagang ini bisa menerima sehingga menutup lebih awal," bebernya.

    Oleh karena itu, Tomy pun mengimbau agar dunia usaha di sektor formal dapat menyesuaikan diri dengan adanya surat edaran yang disosialisasikan oleh pihaknya itu. "Giat saat ini ya mengimbau lah bagaimana caranya mereka bisa membatasi kegiatan untuk tidak mengundang orang," tandasnya.

    Penulis : KIP JS