Kategori : KESRA , Terbit : Kamis, 13 Februari 2020

150 Pelaku Usaha Kecil Menengah Ikut Pelatihan Manajemen Ritel




Dibaca : 142

    Sebanyak 150 pedagang kecil menengah mendapatkan pelatihan Manajemen Ritel di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (13/2). Pelatihan diberikan oleh manajemen Alfamart kepada para peserta. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menyebutkan, banyak manfaat yang akan didapatkan oleh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Ia juga mengakui baru beberapa lokasi yang diundang dan ke depan akan menggelar kegiatan serupa di wilayah lain.  

    "Ada kebaikan dan ada manfaat setelah mengikuti pelatihan ini. Memang baru satu per kelurahan. Nanti akan ditambah lagi di wilayah lain. Mungkin nanti per Kecamatan kita akan mengundang tim Alfamart. Karena kita mau ada perubahan dari setiap masalah yang kita alami setiap hari," katanya. Selain itu, dalam hal ini, Isnawa juga menegaskan bahwa para pedagang harus dapat mewanti-wanti waktu kedaluarsa setiap barang dagangannya. "Expired barang jualan tolong diperhatikan. Karena setiap hari kan kita kesana kemari, tapi makanan expired ga diperhatikan," ungkapnya.

    Government Relation & Corporate Communication Regional Manager Alfamart Fathurahman mengatakan, pelajaran penting yang diberikan dalam kegiatan ini di antaranya administrasi keuangan, dan pelayanan. "Tahun ini kebetulan baru Jakarta Selatan yang kita latih. Pelatihan ini meliputi penataan barang. Karena hampir semua pedagang seperti yang pak wakil wali kota bilang, berantakan dimana-mana," kata Fathur.

    Lebih lanjut Fathur menuturkan, jika setiap usaha yang menang tergantung kepada pelayanan.  "Ke depan yang kita harapkan dari pelatihan ini, mereka dapat mengimplementasikan apa yang dilakukan oleh toko modern. Baik dari segi tatanan barang, dan stock barang," katanya. Tidak hanya itu pedagang kini harus memahami konsep KLIK dari kepanjangan Kemasan, Label, Izin, Kadaluwarsa. "Itu kita harus berikan pengetahuan cerdas ke konsumen. Kenapa ? karena kalau sudah KLIK konsumen akan merasa puas. Kita berusaha menggandeng yang kecil, minimal bisa survive dulu deh, lanjut berkembang dan bisa bersaing," ujarnya.

    Sementara itu, salah satu pelaku UKM Adi  Siswanto di Cilandak Timur mengaku terbantu dengan pelatihan yang dihelat Pemkot Jakarta Selatan.  "Pastinya ilmu yang diberikan membuat kita lebih maju. Karena selama ini kita usaha kaya berjalan di tempat, semoga habis pelatihan bisa lebih maju lagi, selaku pelaku usaha kecil," tandasnya.
     

    Penulis : KIP JS