ksi-merekomendasikan-hari-bersepeda-nasional

Kongres Sepeda Indonesia (KSI) yang berlangsung (16/7 -18/7) merekomendasikan agar tanggal 17 Juli dijadikan sebagai Hari Bersepeda Nasional. Sebab, makin hari para penggemar sepeda terus bertambah serta komunitas sepeda di berbagai daerah pun semakin menjamur. Selain itu, para peserta kongres juga menilai, saat ini sepeda semakin digemari, karena selain sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman, sepeda juga terbukti ramah lingkungan.

Ketua Umum Komite Sepeda Indonesia, Syahrul Effendi mengatakan, salah satu hasil kongres merekomendasikan, pada tanggal 17 Juli dijadikan Hari Bersepeda Nasional. Dengan begitu, diharapkan pada tanggal 17 seluruh masyarakat dianjurkan meninggalkan kendaraan bermotor dan beralih bersepeda,"" ujar Syahrul, saat melepas karnaval sepeda, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (18/7).

Tidak hanya di Jakarta, tambah Syahrul pecinta sepeda juga sudah menjamur di seluruh Indonesia. Formulir yang disediakan panitia sudah lebih 50 ribu masyarakat mendaftar, ini juga merupakan rekor MURI. Dan lebih menarik mereka datang  berasal dari bebagai kota di pulau Jawa bahkan luar pulau Jawa, seperti NTB, Ternate, Aceh, Bandung, Tegal, Yogyakarta dan Surabaya, mereka datang tidak diongkosi dengan kesadaran sendiri. Bahkan beberapa orang di pulau Jawa ada yang langsung datang mengendarai sepedanya ,""kata Syahrul.

Pada kesempatan itu juga, Syahrul mengungkapkan, para pesepeda di seluruh Indonesia kini telah mendapatkan asuransi dari Jasa Raharja. Sehingga jika ada pesepeda yang mengalamai kecelakaan lalu lintas akan langsung mendapatkan asuransi. Kita sudah bekerjasama dengan PT Jasa Raharja agar pesepeda juga mendapatkan asuransi,""ujarnya

Selain memilih Syahrul Effendi sebagai Ketua Umum, KSI juga menetapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menjadi Pembina KSI dan Dewan Penasehat Mayjen Murdoko. Selain berkongres, para peserta KSI juga mengadakan karnaval dan kemah sepeda. Adapun rute karnaval yang ditempuh, melalui rute Jl Sudrman melintasi Semanggi, Jl MH Thamrin, Bunderan HI, Jl Medan Merdeka, Monas, Jl Hayam Wuruk, Glodok, Jl Gajah Mada, dan berkumpul di kawasan Kota Tua, dan kembali ke Parkir Timur melalui jaur yang sama.

Ketua MURI, Jaya Suprana mengakui KSI merupakan peristiwa luar biasa. Karena kongres sepeda ini tidak hanya yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia tetapi juga di dunia. Diharapkan komunitas sepeda ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat lainnya. Bahkan seluruh peserta yang datang ke sini semuanaya unik,""ujarnya.

KSI juga memperoleh tiga rekor MURI, yakni rekor Dunia dan Indonesia, untuk penyelenggara kongres sepeda dengan komunitas sepeda terbanyak, serta rekor dunia karnaval sepeda dengan peserta terbanyak. Untuk peserta kongres diikuti oleh lebih dari 200 komunitas, sedangkan karnaval sepeda sebanyak 50 ribu pesepeda.