Artikel

Penghujung: Artikel 6


Penghujung: Artikel 6

VIVAnews - Pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi, melihat ada tiga kemungkinan format koalisi yang memerintah ke depan. Ketiganya berkait erat dengan peran Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Golkar.

Format pertama, Golkar dan PKS dikeluarkan dari koalisi. Jika begini, kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia itu, SBY harus mencari mitra baru karena kurang dari mayoritas sederhana di Parlemen.

Kalau hanya digantikan Gerindra masih kurang, PDIP harus dipastikan masuk. "Tapi, untuk memasukkan PDIP menghadapi tembok besar, faktor Ibu Megawati (Ketua Umum PDIP," kata Burhan dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 24 Februari 2011.

Namun, kata Burhan, masih ada upaya koalisi informal dengan PDIP yakni, memasukkan nama-nama simpatisan PDIP seperti dilansir Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas. "Tapi politik tangan besi harus ada take and give," kata Burhan.

Format kedua adalah, mempertahankan koalisi tambun sekarang. Pepesan kosong tepat digunakan untuk ini. "Bertahan sampai 2014, tapi luka terlanjur menganga di elite Demokrat."

Format ketiga, salah satu di antara PKS atau Golkar dibuang. Kalau membuang PKS, koalisi masih aman, apalagi jika Gerindra masuk. Namun, Golkar sebagai mayoritas kedua, daya tawarnya besar, akan penuh dengan hiruk pikuk politik.

"Kalau PKS dibuang, itu justru mensolidkan massa bawah PKS dan berpotensi besar. Survei terakhir LSI, yang tidak puas SBY, paling besar pemilih PKS. Makanya PKS bermain dua kaki, kritis untuk menyenangkan massanya tapi juga menjaga koalisi. Bahwa sah berkoalisi, selama bukan koalisi kejahatan," kata Burhan.

Namun, kalau Golkar dibuang, maka SBY hanya didukung partai-partai Islam. "Praktis hanya Demokrat yang nasionalis," kata Burhan.

{ Diposting oleh Fgjfgjfgjfg • 24 Februari 2011 }

Jajak Pendapat

Menurut Anda apakah informasi yang disajikan oleh Suku Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sudah Informatif ?

 

Kontak Kami

Gedung Sudin Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan

Jl. Radio 1 No. 8 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Indonesia