Kategori : KESRA , Terbit : Selasa, 21 Januari 2020

Pengunjung Pasar Tebet Barat Diimbau Untuk Beralih Dari Kantong Plastik




Dibaca : 136

    Pengunjung yang berbelanja di Pasar Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, diimbau untuk beralih dari kantong plastik sekali pakai, untuk menggunakan kantong belanja ramah lingkungan dalam membawa barang yang dibeli. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, saat memberikan sosialisasi terkait dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat, di Pasar Tebet Barat, Selasa (21/1). 

    “Kami ingin memulai gerakan untuk mengurangi penggunaan kantong kresek (plastik). Artinya enggak ada di pasar-pasar kita penggunaan kantong kresek. Enggak hanya kantong kresek ya, kita mau mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan sedotan plastik," katanya. Isnawa menerangkan, hal tersebut dapat membantu dalam mengurangi sampah plastik di Jakarta, tidak terkecuali Jakarta Selatan. “Pengurangan sampah per tahunnya bisa melalui tadi, barang-barang yang ramah lingkungan. Kita juga dorong lurah camat untuk membuat bank-bank sampah per RT di sekolah dan kantor-kantor," jelasnya.

    Dengan begitu, Isnawa menilai target Kebijakan Standar Daerah di angka 22% bisa tercapai dengan mengurai sampah dari sumbernya. "Kami memulai di Pasar Tebet Barat dan Timur. Kita tahu ini tugas berat, tapi kalau bersama untuk mengurangi sampah saya rasa bisa dilakukan. Targetnya enggak cuma di pasar ini, tapi kampanyekan di RT dan pasar lain," ucapnya. Isnawa menuturkan, pihaknya telah mengantongi survei terkait upaya pengurangan plastik. Hasil survei disebutnya, plastik adalah masalah utama dalam sampah yang ada. "Saya senang adanya Pergub 142. Artinya kita ada landasan hukum agar meminimalisir plastik di pasar dan lingkungan," jelasnya.

    Terakhir, pihaknya tidak akan menutup kios atau pedagang plastik. Namun ia menginbau agar kantong kresek diganti dengan kantong ramah lingkungan.  "Kalau ada pasar yang menjual plastik, kita tidak akan menutup dan tetap berjualan. Tetapi kita imbau untuk mengganti kantong kresek dengan kantong yang ramah lingkungan. Ada kantong yang terbuat dari serat tapioka, apalagi kantong itu akan hancur dalam waktu tertentu, " tandasnya.

    Penulis : KIP JS