Lima Pasar Target Monitoring KPKP Jaksel

PEMERINTAHAN
Terbit: Sep 08, 2017

NameSuku Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, menggelar Monitoring Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu di lima pasar di Wilayah Jakarta Selatan, Jumat (8/9).

Kasudin KPKP Jaksel Wachyuni mengungkapkan, tujuan kegiatan itu dalam rangka mewujudkan pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rodhamin B, Mathylen Yellow dan Residu Pestisida. "Sampel yang kita ambil yaitu produk Pertanian, Peternakan dan Perikanan yang berada di lima pasar terdiri dari Pasar Lenteng Agung, Pasar Minggu, Lokbin Pasar Minggu, Pasar Mampang Prapatan dan Pasar Buncit," ujarnya.

Untuk pengujian sampel on the spot, lanjut Wachyuni, pihaknya mempusatkan di Pasar Lenteng Agung untuk menguji setiap produk apakah terbebas dari kandungan bahan berbahaya tersebut. "Rencana target sampel yang kita ambil itu ada 315 sampel, namun yang terkumpul adalah 286 sampel yakni 125 sampel dari produk pertanian, 62 sampel dari produk peternakan, serta 99 sampel perikanan, dimana semua sampel yang kami ambil negatif dari bahan berbahaya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM DKI Jakarta, Yayan Cahyani mengatakan, dari 38 sampel makanan yang diambil oleh pihaknya, ditemukan empat bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya. "Gendar ada empat jenis mengandung boraks, kue mangkok mengandung rodhamin, mie putih mengandung formalin, serta kulit es cream warna pink  mengandung rodhamin," ucapnya.

Yayan berharap, adanya penemuan makanan yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh ini, membuat masyarakat kian waspada terhadap makanan yang beredar di pasaran. "Setiap kita keliling, kita ada KIE buat masyarakat yaitu Komunikasi, Informasi dan Edukasi, supaya masyarakat langsung tahu apa-apa bahan yang di sekitar mereka dan mengandung bahaya," pungkasnya. (KIP JS)