Jayadi : Jauhkan Indonesia Dari Paham Radikalisme

PEMERINTAHAN
Terbit: Aug 10, 2017

NameSekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan Jayadi, membuka kegiatan Dialog Interaktif dengan tema "Menjaga Keutuhan NKRI dan Pancasila serta Menolak Paham Radikalisme di Indonesia", yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (9/8). Jayadi mengatakan, kegiatan ini merupakan satu kegiatan yang positif dalam merekatkan persatuan dan kesatuan.

"Negara Indonesia sebagai negara majemuk ini harus dijauhkan dan bebas dari paham radikalisme. Radikalisme tidak boleh dibiarkan menjadi penghalang negara untuk meraih persatuan dan keadilan.” ujarnya.

Di hadapan para anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) wilayah Jakarta Selatan, Jayadi menegaskan bahwa adanya perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar. Namun, perbedaan ini, tambah Jayadi, jangan menjadi penyebab suatu perpecahan.

"Pemerintah senantiasa berupaya memperkecil perbedaan keadilan seperti pemberian pendidikan SD  sampai SMA gratis bagi yang kurang mampu. Di bidang kesehatan banyak jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan maupun kesehatan, ini bukti pemerintah berupaya untuk rakyatnya," paparnya.

Jayadi menuturkan, menjelang 17 Agustus 2017 masih banyak masyarakat yang enggan memasang bendera, padahal pemerintah Kota Adm. Jakarta Selatan sudah mengimbau agar masyarakat dapat menyambut Kemerdekaan RI ini dengan nuansa Merah Putih.

"Yang memprihatinkan di kantor-kantor besar juga belum memasang bendera besar dan juga menghiasi depan kantor dengan nuansa merah putih. Ini merupakan nuansa kebangsaan, rasa nasionalisme kebangsaan belum dijiwai dan mulai pudar. Ini masih banyak lainnya," tandasnya. (KIP JS)