E-Berkas Dan E-Makam Tutup Celah Pungli

PEMERINTAHAN
Terbit: Aug 09, 2017

NameSuku Dinas Kehutanan Kota Administrasi Jakarta Selatan, melakukan uji coba pelayanan pemakaman melalui penggunaan aplikasi E-Berkas dan E-Makam spasial pada TPU Tanah Kusir, yang diadakan di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Rabu (9/8). Kepala Suku Dinas Kehutanan Kota Adm. Jakarta Selatan Christian mengatakan, uji coba E-Berkas dan E-Makam ini salah satu upaya membuktikan apakah aplikasi bisa terimplikasi dengan baik.

"Artinya yang kita peroleh ini dalam jangkah pendek dulu. Aplikasi ini dibangun cukup singkat baru setengah bulan. Kedepan rencana akan diuji cobakan lagi secara lebih luas cakupan lebih luas lagi, ini baru blok Tanah Kusir aja,” ujarnya. Christian menjelaskan, aplikasi ini sangatlah bermanfaat. Pasalnya, aplikasi E-Berkas dan E-Makam, dapat menutup celah adanya pungutan liar (Pungli).

"Beberapa hari lalu di Tanah Kusir masih ada ahli waris dimintai uang sekitar Rp 5 juta untuk pemakaman. Ini akan kita lakukan pengkajian celah terjadinya pungli, dimana salah satunya adalah pertemuan tatap muka antara ahli waris dengan orang –orang di makam, dalam rangka memilih lokasi makam. Ini yang dimainkan mereka, lantaran pihak ahli waris pastinya mau karena untuk tempat terakhirnya jenazah,” paparnya.

Christian menambahkan, hal itu lah yang akan dicoba dipangkas. Melalui aplikasi ini, dirinya ingin kegiatan tawar menawar serta celah pungutan lainnya bisa dapat dihilangkan sehingga tidak ada yang dirugikan. "Jadi saya kira itu namanya pungli bisa diminimalkan mungkin dan bisa hilang. Aplikasi ini adalah tahap awal yang mana kita menghilangkan langkah ahli waris untuk memilih petugas dengan bertemu pihak TPU. Jadi cukup diwadahi oleh data spasial TPU yang bentukannya adalah data foto udara makam sendiri, jadi tinggal di klik petak ini itu maka keluar datanya yang menunjukkan kondisi A,B yang dapat kita simulasikan,” jelasnya.

Christian berharap, aplikasi ini tidak hanya dapat terimplikasi di Jakarta Selatan saja, melainkan dapat terimplikasi hingga seluruh DKI Jakarta. "Kedepan dengan regulasi, saya kira akan luas bahkan tidak hanya di Jakarta Selatan namun juga dapat terimplikasi di seluruh DKI Jakarta. Di DKI Jakarta baru Jakarta Selatan yang menguji coba terlebih dahulu untuk menjadi pilot project," tandasnya. (KIP JS)