Paparan Wali Kota Jaksel Untuk Adipura 2017

PEMBANGUNAN
Terbit: Jun 08, 2017

NameKota Administrasi Jakarta Selatan terpilih dalam penilaian tahap pertama (P1) untuk meraih piala bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK), Piala Adipura 2017. Pasalnya, Jakarta Selatan memiliki nilai di atas passing grade sehingga hanya perlu mempertahankan saja. 

Dalam paparannya kepada Tim Penilai Lomba Adipura 2017 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (8/6), Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Tri Kurniadi, memaparkan tentang program-program yang sudah, yang sedang, dan yang akan dilaksanakan di Jakarta Selatan.

Saat pemaparan tersebut, Kurniadi ditemani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fredy Setiawan, Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup (PK & LH) Bambang Eko, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Syarifudin, Kabag Perekonomian Jakarta Selatan Susi Suzanah, Kasudin KPKP Jakarta Selatan Wachyuni, Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan Christianto, Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Holi Sutanto, Kasudin Komunikasi Informasi dan Statistik Jakarta Selatan Lestari Ady Wiryono, dan juga instansi terkait lainnya.

Tri Kurniadi mempresentasikan program-program unggulan di Jakarta Selatan, dimulai dari gambaran umum wilayah kota dengan luas wilayah 145,73 km yang ditempati oleh 10 kecamatan serta 65 kelurahan di Jakarta Selatan. "Jumlah penduduk kurang lebih 2 juta jiwa," ujarnya. Kurniadi juga menceritakan karakteristik Kota Adm. Jakarta Selatan yang dinilainya sebagai daerah resapan air, dan juga kawasan ekonomi prospektif serta kawasan perwakilan negara asing khususnya di Segitiga Kuningan.

"Ada juga pengembangan pusat pembibitan dan penelitian tanaman dan perikanan, dan pengembangan kawasan Perkampungan Budaya Betawi sebagai lingkungan Cagar Budaya," jelasnya. Jakarta Selatan, lanjut Kurniadi memiliki nilai-nilai yang dianut yaitu Integritas, Profesional, Transparan, Disiplin dan Santun atau disingkat menjadi GESIT. Semua ini bermaksud agar Pemerintah Kota Adm. Jakarta Selatan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masa depan yang cerah.

"Kita juga memiliki Bank Sampah Induk Gesit Jakarta Selatan yang bertujuan mengakomodir dan sebagai katalisator pola terintegrasi diantara pengelola bank sampah tingkat unit RT/RW sampai tingkat kelurahan, sehingga dapat merubah perilaku masyarakat yang bertujuan dapat meningkatkan kualitas lingkungan di wilayahnya masing-masing," tambahnya.

Terkait dengan sampah, dikatakan Kurniadi, perkiraan timbunan sampah setiap harinya sebanyak 1.502,63 ton/hari. Sementara untuk sampah yang terangkut ke TPS Bantar Gebang sebanyak 1.306,68 ton/hari, dan sampah yang tereduksi 135,24 ton/hari. "Sampah sisa 60,71 ton/hari yang terdiri dari 54% organik, 14% plastik, 15% kertas dan 17% jenis sampah lainnya," tuturnya.

Mengatasi masalah sampah, Kota Administrasi Jakarta Selatan telah memiliki beberapa pengolahan sampah baik itu organik maupun anorganik dan sebagian besar dikelola oleh masyarakat dalam bentuk Bank Sampah. "Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepedulian dan peran serta masyarakat untuk ikut mengolah sampah yang dihasilkan cukup tinggi," lanjutnya.

Secara rinci, Kurniadi menjelaskan tentang berbagai program dimulai dari permasalahan sampah, Ruang Terbuka Hijau (RTH), penanganan genangan, penataan sistem transportasi, masalah pencemaran air dan udara serta keanekaragaman hayati dan Program Kampung Iklim (Proklim). "Selain kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Adm. Jakarta Selatan juga melakukan program Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Kegiatan ini dilakukan setiap sebulan sekali dan dilakukan pengukuran kualitas udara untuk parameter NO2, SO2, O3, CO2, HC, Pm10," tuturnya.

Seusai pemaparan, tim penilai dari Kementerian LHK menggelar sesi tanya jawab dengan Kurniadi bersama SKPD lainnya terkait program-program yang sudah disampaikan. Di momen itu pula Kurniadi menghaturkan rasa syukur, terima kasih serta apresiasi kepada Dewan Juri dan Majelis Pertimbangan Adipura, yang telah memberi ruang dan penuh perhatian pada Pemkot Jakarta Selatan, dalam mempresentasikan pengelolaan lingkungan hidup. (KIP JS)