110 Warga Ikuti Sosialisasi Pemkot Jaksel

PEMBANGUNAN
Terbit: May 12, 2017

NamePemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Pemkot Jakarta Selatan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melakukan sosialisasi relokasi warga Kelurahan Bukit Duri yang menempati sekitar Kali Ciliwung, Jum'at (12/5). Sekitar 110 warga, menghadiri sosialisasi yang bertempat di Ruang Serbaguna Kantor Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jaksel Fredy Setiawan mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, telah mengidentifikasi masyarakat yang terdampak serta melakukan sosialisasi berdasarkan peta dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung - Cisadane.

"Dari hasil diskusi disepakati beberapa hal diantaranya agar disampaikan pada BPN untuk memperbaiki peta bidang. Sosialisasi kepada masyarakat terdampak sebaiknya tidak menggunakan peta bidang dari BPN melainkan menggunakan peta trase dari Dinas CKTRP (Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan)," ujarnya.

Terkait dengan permintaan warga untuk relokasi ke Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Fredy menjelaskan, hal tersebut masih belum dapat direalisasikan. Sebagai gantinya, pemerintah telah menyiapkan Rusun Marunda sebagai tempat relokasi para warga. "Dikarenakan Rusun Pasar Rumput masih dalam tahap pembangunan," tandasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane menyampaikan kepada masyarakat terkait normalisasi Kali Ciliwung. Normalisasi ini, bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar penampang basah Sungai Ciliwung menjadi kondisi normal, yaitu 35- 50 meter. Dalam prosesnya, sepanjang sisi Kali Ciliwung akan mengalami perkuatan tebing, pembangunan tanggul, serta jalan inspeksi dengan lebar 6 - 8 meter.

Selain itu, Normalisasi ini dimaksudkan untuk menanggulangi masalah banjir yang sering terjadi di DKI Jakarta khususnya di Wilayah Bukit Duri. Utamanya, di wilayah Kelurahan Bukit Duri yang akan dinormalisasi dari Jembatan Tongtek Hingga SMAN 8 Jakarta. (KIP JS)